
PEKANBARU – PT. BPR Jatim (Bank UMKM Jatim) sukses membawa produk pertanian unggulan para mitra binaannya menembus pasar luar pulau dalam agenda Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Riau yang digelar di Pekanbaru, 8 Juli 2026. Kehadiran bank pembangunan daerah ini menjadi motor penggerak penting bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk unjuk gigi di kancah nasional.
Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Irwan Eka Wijaya Arsyad, menegaskan bahwa kehadiran lembaga keuangan daerah sangat krusial dalam menjembatani produk lokal menuju pasar antar-pulau. “Kami di Bank UMKM Jatim hadir memastikan bahwa para petani dan pelaku UMKM binaan kami memiliki kapasitas permodalan yang kuat untuk menyuplai permintaan pasar nasional yang terus tumbuh seperti di Riau ini,” ujar Irwan.
Dalam pameran komoditas tersebut, Bank UMKM Jatim secara khusus memboyong produk pertanian premium dari para nasabah setianya, yaitu buah Mangga Alpukat asal Kabupaten Pasuruan dan Jeruk Siam asal Jawa Timur. Kehadiran dua produk segar ini langsung diserbu oleh warga lokal hingga ludes tak bersisa, bahkan menarik minat serius dari para pengusaha lokal Riau yang mulai menjajaki potensi kerja sama pasokan komoditas secara berkelanjutan.
Nasabah Bank UMKM Jatim
Salah satu stan yang ramai dikunjungi adalah Fahmi Mango, usaha budidaya mangga alpukat asal Kabupaten Pasuruan milik Syamsul Arifin. Syamsul merupakan nasabah yang mengembangkan usahanya melalui dukungan pembiayaan Kredit Kusuma dari Bank UMKM Jatim. Meski dalam gelaran ini belum mencatatkan kontrak pesanan secara tertulis, geliat ketertarikan pasar Riau sangat tinggi. Banyak pengusaha lokal Riau yang datang langsung untuk bertanya-tanya secara mendalam mengenai kapasitas produksi dan mekanisme pengiriman mitra binaan ini.
Sentra pertanian lain yang tidak kalah memikat adalah sektor pertanian jeruk siam. Sektor ini diwakili oleh RZ Fresh Fruit milik Saiful Anwar, berbasis di Kabupaten Malang. Saiful Anwar mengelola bisnis pertaniannya ini dengan sokongan modal kerja dari fasilitas Paket Kredit Petani Jatim yang dibayar setelah panen. RZ Fresh Fruit memiliki kapasitas produksi yang sangat menjanjikan hingga mencapai 90 ton per bulan. Tak hanya itu, RZ Fresh Fruit diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan pasar Sumatra yang sangat terbuka lebar.
Melalui kesuksesan fasilitasi pameran ini, Bank UMKM Jatim berkomitmen untuk terus mengawal para nasabah. Tidak hanya dari sisi permodalan melalui skema kredit yang adaptif seperti Kredit Kusuma dan PKPJ, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas.
Kesuksesan Misi Dagang dan Investasi Jatim-Riau
Sebagai informasi latar belakang, agenda Misi Dagang dan Investasi Jatim-Riau tersebut dinisiasi dan dipimpin oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Misi dagang tersebut sukses membukukan total nilai komitmen transaksi yang sangat fantastis, yakni sebesar Rp1.066.031.400.000, terdiri atas penjualan dari Jawa Timur senilai Rp704.881.400.000 dan pembelian dari Provinsi Riau sebesar Rp361.150.000.000. Capaian tersebut meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Riau pada 5 Maret 2020 yang menghasilkan komitmen transaksi Rp362,12 miliar.
Khofifah menegaskan misi dagang bukan sekadar mempertemukan penjual dan pembeli, tetapi menjadi instrumen strategis untuk mempertemukan potensi dan kebutuhan antardaerah, memperluas jejaring usaha, memperkuat rantai pasok nasional, serta membangun kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.
“Misi dagang ini bukan sekadar forum pertemuan antara penjual dan pembeli. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ikhtiar untuk mempertemukan potensi dan kebutuhan kedua daerah, memperluas jejaring usaha, memperkuat rantai pasok antardaerah, serta membangun kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan,” katanya dikutip dari Kantor Berita Antara.
Komoditas yang dipasarkan Jawa Timur meliputi olahan daging unggas dan sapi, susu, beras, cabai, bawang merah, bawang putih, rokok, pakan ikan, pakan udang, benur, pupuk, bibit sapi Madura, kopi green bean, fillet dori, bahan baku baja, dan produk pangan olahan. Sementara itu, Jawa Timur memperoleh pasokan dari Riau berupa udang vaname, arang tempurung kelapa, kelapa jambul, pulp, dan sirip teripang kering.