
Jakarta– PT BPR Jatim (Perseroda) atau yang dikenal sebagai Bank UMKM Jatim sukses membuktikan komitmennya dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Atas konsistensi tersebut, bank yang saham mayoritasnya dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang The 5th Indonesia Excellence Good Corporate Governance (GCG) Awards 2026 yang diselenggarakan oleh media Warta Ekonomi di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, 1 Juli 2026.
Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Irwan Eka Wijaya Arsyad, menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan buah dari komitmen kolektif manajemen dan karyawan Bank UMKM Jatim dalam menegakkan pilar transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab di setiap lini operasional. “Bagi kami, Good Corporate Governance (GCG) tidak sekedar memuat regulasi atau kewajiban formalitas semata, melainkan fondasi utama dan core value dalam membangun kepercayaan dengan seluruh pemangku kepentingan, terutama para nasabah dan pelaku UMKM di Jawa Timur” ujarnya.
Dalam ajang nasional yang mengusung tema “Membangun Kepercayaan melalui Tata Kelola yang Siap Masa Depan” tersebut, Bank UMKM Jatim dianugerahi penghargaan spesifik, “Indonesia Unggul Etika Good Corporate Governance dalam Efektifitas Penerapan Tata Kelola dan Manajemen Risiko”. Penghargaan ini menegaskan bahwa perseroan dinilai sangat efektif dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip GCG serta memiliki manajemen risiko yang kokoh dalam menghadapi tantangan industri perbankan nasional.
Proses penilaian yang dilakukan oleh tim riset Warta Ekonomi terbilang sangat ketat melalui metode desk riset dan media monitoring berbasis bukti publik. Dari total 260 perusahaan di Indonesia yang dievaluasi, hanya 78% perusahaan yang berhasil memenuhi kriteria ketat ini, termasuk salah satunya Bank UMKM Jatim.
Efektivitas Tata Kelola dan Manajemen Risiko yang Adadptif
Irwan menambahkan, di tengah dinamika industri perbankan yang semakin kompleks, efektivitas tata kelola dan manajemen risiko yang adaptif adalah benteng utama perusahaan. Hal ini penting untuk tetap tumbuh stabil di tengah-tengah ekonomi domestik, ketegangan geopolitik, hingga tingginya suku bunga. Portofolio pembiayaan Bank UMKM Jatim pun sengaja disebar ke berbagai sektor ekonomi agar tidak bergantung pada satu segmen usaha saja.
Terkait dinamika pengelolaan risiko di kuartal pertama 2026, Irwan juga menjelaskan kondisi rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) yang sempat fluktuatif akibat melemahnya daya beli masyarakat. Tapi alhamdulillah di akhir kuartal pertama kondisinya kembali lebih baik. Ini memang mempengaruhi daya beli dan kondisi ekonomi makro maupun mikro yang penuh tantangan,”* urai Irwan, seraya menambahkan bahwa manajemen menargetkan rasio NPL dapat terus ditekan hingga kisaran 7 persen hingga akhir tahun ini.
Ia juga memaparkan bahwa sektor-sektor penopang utama kredit tetap didominasi oleh segmen produktif yang relatif tahan banting terhadap gejolak ekonomi. “Secara umum kami tumbuh, memang tidak sefantastis tahun lalu, tetapi kami tetap tumbuh. Penopang pertumbuhan kredit kami didominasi sektor pertanian dan industri rumahan,” jelasnya.

Melengkapi Capaian Positif Kinerja Keuangan
Penghargaan tata kelola dari Warta Ekonomi ini melengkapi pencapaian gemilang Bank UMKM Jatim yang sebelumnya juga sukses menyabet dua penghargaan dari Infobank Media Group dalam ajang The Finance Top 100 BPR 2026 di Yogyakarta pertengahan Juni lalu. Pada ajang tersebut, Bank UMKM Jatim berhasil masuk dalam jajaran Top 100 BPR 2026 untuk kategori BPR dengan aset di atas Rp100 miliar berdasarkan pertumbuhan solid selama periode tiga tahun (September 2023–2025). Selain itu, Irwan Eka Wijaya Arsyad selaku Direktur Utama juga dinobatkan sebagai salah satu Top 10 CEO The Finance atas kapabilitasnya mendorong bisnis perusahaan.
Kombinasi antara kepatuhan tata kelola (GCG) yang diakui Warta Ekonomi serta pertumbuhan kinerja keuangan yang solid dari Infobank ini semakin memperkuat posisi Bank UMKM Jatim. Hingga kuartal I-2026, total aset perseroan tercatat telah berhasil menembus angka Rp4 triliun, memperkokoh posisinya sebagai salah satu BPR terbesar di Indonesia yang siap memberikan kontribusi nyata, aman, dan berkelanjutan dalam mendorong roda perekonomian daerah menuju visi Indonesia Emas 2045.